qasralyukhoot.com

Kehilangan info

Warga disekitaran Selat Sunda dibutuhkan waspada. Pasalnya Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali meletus pada Kamis kemarin. Berdasarkan pemantauan semenjak pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB, Gunung Anak Krakatau menyemburkan bubuk vulkanik mencapai 2.000 meter. Hal ini dituturkan pribadi petugas Pos Pantau Anak Krakatau, Mardiono.

“Ketinggian kolom bubuk antara 200 hingga 2.000 meter,” kata Mardiono dilansir oleh Liputan6.

Akibat dari letusan, Gunung Anak Krakatau mempunyai patahan sepanjang satu kilometer ditubuhnya. Patahan tersebut berpotensi runtuh dan mengakibatkan tsunami. Mardiono juga menjelaskan jikalau kegiatan kegempaan vulkanik juga masih kerap terjadi.

4 kali letusan, 12 kali hembusan, 1 kali (gempa) vulkanik dalam, kemudian terekam gempa Tremor terus menerus,” imbuhnya.

Anak Krakatau merupakan gunung berapi yang berada di Selat Sunda yang beberapa waktu kemudian longsoran sebagian besar tubuhnya jatuh ke maritim dan mengakibatkan tsunami pada 22 Desember 2018. Akibatnya, lebih dari 400 jiwa melayang.